Header Ads



  • Breaking News

    CYBER BULLYING


    Dunia maya membentuk sebuah perilaku yang sedikit berbeda di bandingkan ketika berada di dunia nyata, seperti yang pernah diungkapkan seorang psikolog bahwa  banyaknya perilaku Disinhibition effect karena pengaruh era digital saat ini, Disinhibition effect  itu sendiri merupakan sebuah perilaku yang menggambarkan ketidakmampuan seseorang dalam mengontrol (inhibit) perilaku, pikiran dan perasaan di dunia maya. Salah satu fakta yang sering kita temui adalah banyak orang yang berkomunikasi dengan cara-cara yang tidak biasa dilakukan secara offline atau di dunia nyata . Salah satu perilaku yang sering kita temui akhir-akhir ini adalah Intimidasi cyber (Cyber Bullying) yang merupakan perilaku agresif yang tidak diinginkan yang melibatkan ketidakseimbangan kekuatan. Intimidasi mencakup tindakan seperti membuat ancaman, menyebarkan informasi palsu, menyerang seseorang secara verbal baik melalui media sosial atau komunikasi digital secara langsung.  
    Kalau secara harafiah arti dari Intimidasi siber (cyberbullying) adalah pemanfaatan teknologi untuk melakukan segala bentuk gangguan guna merendahkan martabat atau pelecehan kepada seseorang. Intimidasi siber adalah segala bentuk gangguan yang dilakukan pelaku atau korban berusia kurang dari 17 tahun dan belum dianggap dewasa secara hukum. Namun, apabila salah satu pihak yang terlibat (atau keduanya) sudah berusia di atas 17 tahun, maka kasus tersebut dikategorikan sebagai kejahatan siber (cyber crime) atau pelecehan siber (cyberharassment).

    Motivasi pelakunya mungkin beragam. Ada yang melakukannya karena marah dan ingin balas dendam, frustrasi, ingin mencari perhatian bahkan ada pula yang menjadikannya sekadar hiburan pengisi waktu luang.
    Di dalam dunia maya, bentuk intimidasi siber sangat beragam, misalnya berupa:
    1. Mengirim pesan yang menyakitkan/mengancam kepada seseorang melalui e-mail, ponsel, game online, jejaring sosial, atau berbagi gambar/video yang dimuat pada media sosial.
    2. Mengungkapkan informasi rahasia (pribadi) dengan maksud merusak nama baik. 
    3. Mengeluarkan seseorang dengan sengaja dari komunitas daring atau jejaring sosial. 
    4. Mengakses ponsel atau akun jejaring sosial seseorang kemudian memuat pos komentar yang menyakitkan, atau hal lain yang menyebabkan masalah bagi orang tersebut maupun orang lain. 
    5. Berpura-pura berteman baik dengan seseorang dalam dunia maya, mendapatkan kepercayaannya, namun kemudian mengkhianati kepercayaan tersebut.


    Apa yang harus dilakukan?
    Apabila melihat situasi intimidasi, bertindaklah sebagai individu yang menentang hal ini, dan harus mendorong diri untuk mengambil tindakan positif dan berperan aktif dalam memberantas segala jenis intimidasi. Ambillah peranan besar dalam membangun komunitas daring dan warga negara yang baik. 
    Berikut ini adalah beberapa kiat yang dapat dilakukan untuk menghindari/menyikapi/memberantas intimidasi siber. 
    • Hargai dan hormatilah orang lain, sebagaimana Anda ingin diperlakukan oleh oranglain.
    • Berinteraksi dan terlibat secara daring dengan orang-orang yang bijaksana dan berpikir konstruktif.
    • Tidak menggunakan sekadar nama panggilan, nama penghinaan, atau menggunakan nama lain terkait dengan privasi seseorang.
    • Menghargai semua pandangan dan pendapat meskipun pendapat yang berlawanan.
    • Menentang perilaku interaksi daring yang menggunakan kata-kata kasar atau kurang senonoh. Jika perlu laporkan kepada pihak yang bertanggung jawab.
    • Bertingkah laku bijak selama berinteraksi daring, seperti berpikir sebelum merespon pesan, surel, atau pos yang didapat.


    Dampak Intimidasi
    Semua bentuk intimidasi, baik luring maupun daring berefek buruk bagi mental seseorang. Korban yang pernah diintimidasi dapat mengalami depresi, rasa rendah diri, merasa terisolasi. Oleh karena itu, sedapat mungkin dihindari hal-hal negatif tersebut karena sekali terkena, efek ini dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama.  Sebagian korban yang terintimidasi secara terus-menerus dapat berperilaku brutal dikarenakan tingkat dendam yang tinggi atau tidak kuat lagi menahan kesabaran. Sebagian yang lain, yang mampu melalui masa krisis, akan berani melawan. Hal ini perlu diwaspadai sebab potensi kemarahan korban sulit diperhitungkan.  Dengan melihat keberagaman kondisi masing-masing, lebih baik saling menerima kekurangan dan kelebihan. Justru karena adanya kekurangan dan kelebihan masing-masing, dua pihak dapat berkolaborasi dan bersinergi menghasilkan sesuatu yang lebih baik.  Dan tentu saja peran semua pihak dalam menyelesaikan sebuah permasalah seperti sangat penting sekali, baik dari keluarga, sekolah maupun masyarakat sekiat. Dengan adanya sebuah sinergi komponen tersebut maka perilaku yang sangat merugikan itu sangat bisa di hindari dan sangat baik bagi kesehatan mental generasi muda Indonesia.
    Demikian tulisan ini kami sampaikan semoga bermanfaat. Terima kasih


    Daftar Pustaka :
    Cahaya Kusuma Ratih, Ilham PP. (2017)Bahan Ajar Simulasi dan Komunikasi Digital : Direktorat Pembinaan SMK Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

    Fakhirah Inayaturrobbani. Hati-hati Berkepribadian Ganda di Dunia Maya. Di peroleh 29 Maret 2020, dari https://pijarpsikologi.org/hati-hati-berkepribadian-ganda-di-dunia-maya/

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728