Header Ads



  • Breaking News

    Bisnis Franchise sangat menguntungkan?



    Tahu enggak kenapa ada orang atau sekelompok orang tiba-tiba membuka usaha jasa atau perdagangan makanan kecil di kaki lima, namun tanpa memakan waktu yang lama penjualannya sudah sangat konsisten dengan keuntungan yang sesuai target? Banyak anak muda melakukan cara seperti ini dengan alasan pelaksanaannya lebih mudah dan biaya produksi awal yang bisa ditaksir di awal. Itulah salah satu cerita tentang sistem bisnis franchais, tentu saja orang-orang baru yang memulai usaha seperti ini sudah melihat terlebih dahulu kesuksesan yang didapat dengan menjalankan hal tersebut secara nyata. Dari contoh tersebut bisa kita gatris bawahi tentang sistem franchais yang menjadi trend di semua kalangan di Indonesia.  

    Apa itu Franchise?
    Franchise yang aslinya berarti hak atau kebebasan adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan. Berdasarkan perundang-undungan di Indonesia, Franchise adalah perikatan yang salah satu pihaknya diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.
    Sedangkan menurut Asosiasi Franchise Indonesia , Franchise adalah suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir dengan franchisor yang memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.

    Franchise diperkenalkan pertama kali pada tahun 1850-an oleh Isaac Singer, pembuat mesin jahit Singer, ketika ingin meningkatkan distribusi penjualan mesin jahitnya. Walaupun usahanya tersebut gagal, tetapi dialah yang pertama kali memperkenalkan format bisnis Franchise ini di AS. Kemudian, caranya ini diikuti oleh peFranchise lain yang lebih sukses, John S Pemberton, pendiri Coca Cola.  Namun, menurut sumber lain, yang mengikuti Singer kemudian bukanlah Coca Cola, melainkan sebuah industri otomotif AS, General Motors Industry pada tahun 1898.
    Contoh lain di Amerika Serikat, sebuah sistem telegraf yang telah dioperasikan oleh berbagai perusahaan jalan kereta api, tetapi dikendalikan oleh Western Union serta persetujuan eksklusif antar pabrikan mobil dengan penjual.


    Mc Donalds, salah satu peFranchise rumah makan siap saji terbesar di dunia.
    Franchise saat ini lebih didominasi oleh Franchise rumah makan siap saji. Kecenderungan ini dimulai pada tahun 1919 ketika A&W Root Beer membuka restoran cepat sajinya. Pada tahun 1935, Howard Deering Johnson bekerjasama dengan Reginald Sprague untuk memonopoli usaha restoran modern. Gagasan mereka adalah membiarkan rekanan mereka untuk mandiri menggunakan nama yang sama, makanan, persediaan, logo dan bahkan membangun desain sebagai pertukaran dengan suatu pembayaran. Dalam perkembangannya, sistem bisnis ini mengalami berbagai penyempurnaan terutama pada tahun l950-an yang kemudian dikenal menjadi Franchise sebagai format bisnis (business format) atau sering pula disebut sebagai Franchise generasi kedua. Perkembangan sistem Franchise yang demikian pesat terutama di negara asalnya, AS, menyebabkan Franchise digemari sebagai suatu sistem bisnis diberbagai bidang usaha, mencapai 35 persen dari keseluruhan usaha ritel yang ada di AS. Sedangkan di Inggris, berkembangnya Franchise dirintis oleh J. Lyons melalui usahanya Wimpy and Golden Egg, pada tahun 60-an

    Franchisor
    Selain franchise, Anda juga harus mengetahui apa itu franchisor. Franchisor sendiri merupakan satu badan usaha atau perorangan yang telah memiliki konsep, produk serta merek yang telah dikuasai, dikembangkan serta pihak yang memberikan kontrak perjanjian. Jadi bisa diartikan bahwa franchisor merupakan pihak yang memiliki merek atau sebagai produsen.

    Franchisee
    Selain pengertian franchise dan franchisor, apa itu franchisee? Franchisee merupakan suatu badan usaha atau perorangan yang akan mendapatkan hak untuk melakukan produksi konsep dari pihak franchisor, dan franchisee juga ikut terlibat dalam perjanjian yang telah disepakati sebelumnya.
    Selain itu, franchisee juga harus berkomitmen untuk menghormati setiap kesepakatan, peraturan serta konsep yang telah dilakukan sebelumnya. Jadi franchisee merupakan perusahaan independen franchisor atau produsen.
    Dengan demikian, maka kerjasama kedua belah pihak tersebut disahkan menggunakan sebuah ikatan perjanjian atau kesepakatan. Umumnya pihak yang memberikan bimbingan atau arahan tentang manajemen, teknik usaha seta segi marketing adalah pihak franchisee atau penerima Franchise. Disamping itu, pihak penerima Franchise juga wajib membayar sejumlah dana yang telah disepakati sebelumnya.
    Selain itu, franchisor atau pemilik merek juga akan memberikan hak kepada pelaku usaha untuk menjalankan bisnisnya dengan atribut perusahaan baik produsen, merek, sistem, ataupun cara-cara yang telah disepakati dalam kurun waktu tertentu.

    Contoh Franchise
    Di Indonesia sendiri, franchise sedang berkembang sangat pesat. Hal tersebut memang franchise sangat menguntungkan bagi pihak tertentu. Contoh franchise yang sedang berkembang di Indonesia yakni dalam bidang makanan, seperti CFC, Red Crispy, Wong Solo, Sapi Oriental, serta masih banyak merek lainnya. Sedangkan franchise dalam bidang retail mini outlet, contohnya yaitu Indomaret, Alfamart, Yomart dan masih banyak lainnya.

    Franchise dapat dibagi menjadi dua:
         1.   Franchise luar negeri, cenderung lebih disukai karena sistemnya lebih jelas, merek sudah diterima diberbagai dunia, dan dirasakan lebih bergengsi.
        2. Franchise dalam negeri, juga menjadi salah satu pilihan investasi untuk orang-orang yang ingin cepat menjadi pengusaha tetapi tidak memiliki pengetahuan cukup peranti awal dan kelanjutan usaha ini yang disediakan oleh pemilik Franchise.


    Franchise di Indonesia
    Di Indonesia, sistem Franchise mulai dikenal pada tahun 1950-an, yaitu dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi. Perkembangan kedua dimulai pada tahun 1970-an, yaitu dengan dimulainya sistem pembelian lisensi plus, yaitu peFranchise tidak sekadar menjadi penyalur, tetapi juga memiliki hak untuk memproduksi produknya. Agar Franchise dapat berkembang dengan pesat, maka persyaratan utama yang harus dimiliki satu teritori adalah kepastian hukum yang mengikat baik bagi pengFranchise maupun peFranchise. Karenanya, kita dapat melihat bahwa di negara yang memiliki kepastian hukum yang jelas, Franchise berkembang pesat, misalnya di AS dan Jepang. Tonggak kepastian hukum akan format Franchise di Indonesia dimulai pada tanggal 18 Juni 1997, yaitu dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) RI No. 16 Tahun 1997 tentang Franchise. PP No. 16 tahun 1997 tentang Franchise ini telah dicabut dan diganti dengan PP no 42 tahun 2007 tentang Franchise. Selanjutnya ketentuan-ketentuan lain yang mendukung kepastian hukum dalam format bisnis Franchise adalah sebagai berikut:
    Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 259/MPP/KEP/7/1997 Tanggal 30 Juli 1997 tentang Ketentuan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Franchise.
    Peraturan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 31/M-DAG/PER/8/2008 tentang Penyelenggaraan Franchise
    Undang-undang No. 14 Tahun 2001 tentang Paten.
    Undang-undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek.
    Undang-undang No. 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang.
    Banyak orang masih skeptis dengan kepastian hukum terutama dalam bidang Franchise di Indonesia. Namun saat ini kepastian hukum untuk berusaha dengan format bisnis Franchise jauh lebih baik dari sebelum tahun 1997. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya payung hukum yang dapat melindungi bisnis Franchise tersebut. Perkembangan Franchise di Indonesia, khususnya di bidang rumah makan siap saji sangat pesat. Hal ini ini dimungkinkan karena para pengusaha kita yang berkedudukan sebagai penerima Franchise diwajibkan mengembangkan bisnisnya melalui Franchise master (master franchise) yang diterimanya dengan cara mencari atau menunjuk penerima Franchise lanjutan. Dengan mempergunakan sistem piramida atau sistem sel, suatu jaringan format bisnis Franchise akan terus berekspansi.

    Ada beberapa asosiasi Franchise di Indonesia antara lain APWINDO (Asosiasi Pengusaha Franchise Indonesia), WALI (Franchise & License Indonesia), AFI (Asosiasi Franchise Indonesia).Ada beberapa pameran Franchise di Indonesia yang secara berkala mengadakan roadshow diberbagai daerah dan jangkauannya nasional antara lain International Franchise and Business Concept Expo (Dyandra), Franchise License Expo Indonesia (Panorama convex), Info Franchise Expo (Neo dan Majalah Franchise Indonesia)


    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728