Header Ads



  • Breaking News

    HAK CIPTA DAN LISENSI


    HAK CIPTA
    Hak cipta menjadi bagian terpenting dalam membuat sebuah karya atau produk komersial, pembajakan yang sering terjadi karena kurangnya pemahaman tentang aturan-aturan tentang hak cipta. Di indonesia hak cipta sangat di lindungi dengan penerbitan Uandang-undang yang mengalami proses revisi dan perbaikan. 

    Untuk saat ini permasalahan tentang hak cipta di atur dalam UU Nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta secara umum mengatur tentang:
    a. Pelindungan Hak Cipta dilakukan dengan waktu lebih panjang sejalan dengan penerapan aturan di berbagai negara sehingga jangka waktu pelindungan Hak Cipta di bidang tertentu diberlakukan selama hidup pencipta ditambah 70 (tujuh puluh) tahun setelah Pencipta meninggal dunia.
    b.  Pelindungan yang lebih baik terhadap hak ekonomi para Pencipta dan/atau Pemilik Hak Terkait, termasuk membatasi pengalihan hak ekonomi dalam bentuk jual putus (sold flat).
    c. Penyelesaian sengketa secara efektif melalui proses mediasi, arbitrase atau pengadilan, serta penerapan delik aduan untuk tuntutan pidana.
    d.  Pengelola tempat perdagangan bertanggung jawab atas tempat penjualan dan/atau pelanggaran Hak Cipta dan/atau Hak Terkait di pusat tempat perbelanjaan yang dikelolanya.
    e.   Hak Cipta sebagai benda bergerak tidak berwujud dapat dijadikan objek jaminan fidusia.
    f.  Menteri diberi kewenangan untuk menghapus Ciptaan yang sudah dicatatkan, apabila Ciptaan tersebut melanggar norma agama, norma susila, ketertiban umum, pertahanan dan keamanan negara, serta ketentuan peraturan perundang-undangan.
    g. Pencipta, Pemegang Hak Cipta, pemilik Hak Terkait menjadi anggota Lembaga Manajemen Kolektif agar dapat menarik imbalan atau Royalti.
    h.  Pencipta dan/atau pemilik Hak Terkait mendapat imbalan Royalti untuk Ciptaan atau produk Hak Terkait yang dibuat dalam hubungan dinas dan digunakan secara komersial.
    i.   Lembaga Manajemen Kolektif yang berfungsi menghimpun dan mengelola hak ekonomi Pencipta dan pemilik Hak Terkait wajib mengajukan permohonan izin operasional kepada Menteri.
    j.  Penggunaan Hak Cipta dan Hak Terkait dalam sarana multimedia untuk merespon perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

    Setiap karya yang punya hak cipta terdaftar dalam penggunaannya oleh pihak lain harus mempunyai izin kepada pemegang Hak Cipta. Lantas siapa yang di sebut dengan pemegang hak cipta? Tidak lain adalah orang atau kelompok yang menciptakan pertama kali produk atau karya yang digunakan oleh pihak lain tersebut, sebagai contoh yang sering terjadi adalah  ada sebuah gambar yang di ambil dari obyek asli setelah mengalami proses editing, kemudian di unggah oleh perusahaan sebagai penunjang iklan perusahaan, tentu saja gambar tersebut secara hukum mempunyai hak cipta dan pemegangnya adalah perusahaan tersebut, kemudian jika ada pihak lain yang hanya sekedar menggunakan gambar tersebut atau memperbanyak, harus mendapat izin dari perusahaan pemegang hak cipta tersebut. Kemudian izin yang di berikan oleh pemegang hak cipta disebut dengan lisensi.

    LISENSI Lisensi di berikan setelah ada sebuah perjanjian lisensi (Licensed Agreement), perjanjian ini mengatur bahwa pemegang hak cipta memberikan izin kepada penerima lisensi untuk mengumumkan penggunaan dan memperbanyak produk atau karya tersebut.

    Lisensi hak cipta juga dapat dibagi berdasarkan sifat ketentuannya, yaitu:
    • Lisensi Tertutup biasanya dinyatakan dengan ungkapan “all rights reserved” (seluruh hak dipertahankan). Artinya, pihak pencipta atau pemegang hak cipta sepakat dengan mekanisme perlindungan hak cipta tradisional. Di mana seluruh pengguna ciptaan yang dapat mengakses ciptaannya harus mendapatkan izin langsung atau melakukan interaksi secara langsung dengan pencipta atau pemegang hak cipta untuk kemudian menggunakan ciptaan sesuai dengan kebutuhannya. Lisensi ini ada seketika setelah ciptaan diciptakan dan diumumkan.
    • Lisensi Terbuka biasanya, meskipun tidak selalu, dinyatakan dengan ungkapan “some rights reserved” (beberapa hak dipertahankan). Sifat terbuka dari lisensi ini biasanya dinyatakan dengan ketentuan yang langsung mengizinkan penggandaan dan penyebarluasan ciptaan oleh pengguna ciptaan. Lisensi ini biasanya dilengkapi dengan ketentuan pilihan yang nantinya ditentukan oleh pencipta atau pemegang hak cipta untuk mengatur hak penggunaan ciptaan pengguna ciptaan. Jenis lisensi ini diterapkan oleh pencipta atau pemegang hak cipta yang ingin memberikan akses terbuka dan legal kepada pengguna ciptaan dalam aktivitas penggunaan ciptaannya


    Source :

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728