Header Ads



  • Breaking News

    Dilematis guru dalam kegiatan belajar mengajar secara Daring

    Mungkin saja kita tidak pernah berpikir dalam benak kita, dalam kegiatan belajar mengajar di laksanakan dengan cara seperti saat sekarang ini, antar siswa sebagai obyek ajar dengan guru sebagai subyek ajar bertemu secara maya, berbeda dengan kondisi-kondisi sebelumnya yang mengandalkan komunikasi verbal antar mereka. Secara langsung dapat di ketahui perkembangan maupun kendaa yang di hadapi selama kegiatan belajar mengajar secara nyata. 

    Tidak bisa dipungkiri, memang saat ini atau bahkan kedepannya teknologi informasi yang serba digital ini akan mendominasi semua aspek dan seluruh kegiatan di seluruh penjuru dunia. Kemudahan yang di terima sebenarnya sangat banyak sekali di bandingkan dengan kesulitan atau kendala yang menghambat seluruh kegiatan itu sendiri. Namun begitu mekanisme kegiatan belajar mengajar berbeda dengan kegiatan yang lain, komunikasi secara verbal antara pihak pengajar dan siswa harus dilakukan secara berkala karena dengan pelaksanaan kegiatan tersebut dipakai untuk memperdalam karakter siswa, yang nantinya karakter tersebut akan di pakai sebagai identitas menghadapi masa depan para generasi muda Indonesia. Kehadiran guru secara tatap muka sangat membantu dalam pembentukan karakter yang mungkin bisa berubah seiring dengan perkembangan pola pikir, pergaulan dan daya nalar personal masing-masing.

    Komunikasi secara verbal dianggap lebih bisa menggirinng ke perbaikan karakter yang diinginkan, karena pendekatan-pendekatan secara langsung akan terjalin komunikasi yang direct sehingga jika terjadi kendala bisa langsung terdeteksi untuk meudian di evaluasi. Nah, kalau itu semua di lakukan dengan cara maya yang dalam berkomunikasipun tidak bisa melihat ekspresi dan reaksi lawan bicara yag dalam hal ini adalah siswa yang selain perlu di beri materi akademis juga di beri materi non akademis yang kaitannya dengan moral,perilaku dan pola pikir.

    Jika memang tidak ada pilihan yang mengharuskan menjalankan kondisi seperti ini, apakah semua akan berjalan dengan maksimal? Disinilah akar permasalahan kegiatan belajar mengajar selama pandemi ini, salah satu faktor penghambat yaitu faktor ekonomi yang tetap menjadi alsan klasik dalam menunjang kegiatan tersebut. Era serba teknoligi informasi memang punya tuntutan biaya yang lebih mahal dibanding tanpa teknologi. Disini peran guru yang menjadi garda terdepan pendidikan Indonesia merasa dilematis, disisi lain di tuntut untuk mengajarkan kepada peserta didik dengan metodo modern sesuai perkembangan jaman, disisi lain para obyek didik mengalami kendala kepemilikan sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan tersebut. Dan untuk saat ini belum ada solusi yang signifikan tentang hal tersebut. Sebenarnya kalau boleh memilih guru tetap saja menginginkan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dan komunikasi secara verbal, karena banya faktor salah satunya adalah biaya lebih ringan dan memahami karakter siswa lebih mudah.

    Kesan yang penting berjalan dulu" lebih dirasa dari kedua beah pihak. semoga dalam waktu dekat dapat tercipta solusi yang sama-sama menguntungkan, dan juga pandemi covid19 segera berakhir dan semua asek dan kegiatan berjalan sebagaimana mestinya. 

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728